Perdalam Strategi Pengelolaan Sampah Modern UMBY Sambangi BLE Banyumas
Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan kunjungan edukatif ke Balai Lingkungan Edukasi (BLE) Kabupaten Banyumas pada hari sabtu, 25 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah plastik dan organik yang telah menjadi percontohan nasional. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Hibah World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia yang didapat UMBY pada tahun 2026.
Tim Penerima hibah WWF Indonesia dari UMBY terdiri dari Ir. Reo Sambodo, SP., MMA. dari Prodi Agroteknlogi (Ketua), Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP., dari Prodi Peternakan (Anggota) dan Ichlasia Ainul Fitri, S.TP., M.Sc., dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian (Anggota).

WWF-Indonesia (Yayasan WWF Indonesia) adalah organisasi masyarakat sipil berbadan hukum Indonesia yang bergerak di bidang konservasi alam, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan. Beroperasi sejak 1962, WWF-Indonesia merupakan bagian dari jaringan global WWF yang bertujuan menghentikan penurunan kualitas lingkungan serta menciptakan masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam. Pendanaan WWF berasal dari Pendanaan Internasional.
Tim dari UMBY diterima langsung oleh pengelola BLE Banyumas. Fokus utama kunjungan adalah melihat bagaimana Banyumas berhasil mengelola sampah dari hulu ke hilir sehingga mampu mengurangi beban sampah di TPA secara signifikan sehingga saat ini menjadi percontohan skala nasional.
Edi Nugroho selaku staf di BLE Banyumas menyatakan "Kami ingin masyarakat mendapatkan edukasi dengan melihat langsung bahwa sampah bukan sekadar limbah, tapi sumber daya. Di BLE Banyumas, dapat belajar bagaimana teknologi dan manajemen yang tepat bisa mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai seperti faving blok, genteng, dan bahan bakar industry semes dan PLTU serta sampah organik menjadi kompos maupun pakan maggot.
Selama kunjungan, para peserta diajak berkeliling fasilitas untuk melihat pemilahan Sampah mulai dari Proses pemisahan sampah plastik layak jual dan sampah residu. Pemanfaatan metode Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk menghabiskan sampah organik rumah tangga, Pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku industri atau produk kreatif lainnya.
Pihak BLE Banyumas menyambut baik inisiatif UMBY ini. Mereka berharap pengetahuan yang didapat di lapangan bisa memicu inovasi baru dari kalangan akademisi untuk diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Reo Sambodo selaku ketua tim UMBY menyatakan Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UMBY dalam mendukung gerakan kampus hijau (green campus) dan memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai isu lingkungan global yang sedang dihadapi saat ini.