Preloader

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Dosen Peternakan UMBY Paparkan Konsep Peternakan Terintegrasi di Kalimantan Selatan

Dosen Peternakan UMBY Paparkan Konsep Peternakan Terintegrasi di Kalimantan Selatan

Pembangunan sektor industri pengolahan pangan, khususnya sub sektor peternakan unggas, menjadi salah satu perhatian penting dalam agenda pembangunan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, serta tingginya kontribusi sub sektor peternakan unggas terhadap ketahanan pangan dan gizi nasional. 


Pemerintah melalui berbagai kebijakan, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), mendorong pengembangan industri pengolahan hasil pertanian dan peternakan yang bernilai tambah tinggi serta berdaya saing, guna mengurangi ketergantungan impor produk olahan sekaligus memperluas kesempatan kerja dan investasi di daerah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan industri pengolahan unggas terintegrasi yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan efisiensi dan nilai tambah di tingkat daerah. 


Berdasarkan hal tersebut, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabalong melihat peluang yang besar untuk pengembangan industry pengolahan unggas terintegrasi untuk mendukung program nawacita presiden yakni swasembada pangan dan mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis). Tahun ini salah satu programnya adalah pembuatan Investment Project Ready to Offer (IPRO) Pengembangan Industri Pengolahan Unggas Terintegrasi, dimana peluang bisnis dan peluang investasinya cukup menjanjikan, mengingat kebutuhan daging ayam di Indonesia dan di dunia sangat tinggi sehingga masih sangat besar potensi pengembangannya.


Penyusunan IPRO memerlukan analisis yang komprehensif dari berbagai aspek, untuk itu diperlukan tenaga ahli dari bidang peternakan, aspek tata ruang, kebijakan pemerintah, aspek lingkungan, aspek ekonomi, perijinan dan seterusnya, oleh karena itu pemerintah daerah dalam penyusunan IPRO tersebut menggandeng PT. Sinergi Visi Utama dan beberapa tenaga ahli. 


Tenaga ahli dipilih berdasarkan aspek-aspek yang diperlukan dan memenuhi kualifikasi minimal lulusan S2 dan mempunyai pengalaman dalam penyusunan IPRO. Beberapa tenaga ahli tersebut beasal dari latar belakang yang berbeda-beda diantaranya berasal dari akademisi, Praktisi lapangan, perusahaan dan lain-lain. Dari 3 tenaga ahli 1 diantaranya berasal dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yakni Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP., sebagai tenaga ahli peternakan yang berasal dari Prodi Peternakan Fakultas Agroindustri UMBY. Proses pemilihan tenaga ahli dilakukan melalui presentasi dan penyerahan dokumen pendukung.


Ir. Ajat Sudrajat dalam penyusunan IPRO tersebut melakukan study lapangan di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan dan melakukan forum group discussion (FGD) dengan dinas terkait, pemerintah daerah, kecamatan, perusahan peternakan unggas dan pemilik lahan serta warga masyarakat sekitar lokasi untuk melihat potensi wilayah pengembangan peternakan dan pengolahan produk unggas, potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia untuk menunjang produksi ternak, potensi pemasaran produk dan kelayakannya baik dari sisi industry peternakan maupun dari sisi kelayakan usaha.


Penyusunan IPRO tersebut dilakukan kurang lebih 3 bulan mulai dari bulan Oktober-Desember 2025 dan pemerintah daerah berharap setelah tersusunnya IPRO ini dapat membuka peluang investasi baik regional, nasional dan internasional dalam pengembangan industry pengolahan unggas terintegrasi. 


Ir. Ajat Sudrajat dalam pemaparannya menyatakan bahwa “Bersyukur mendapat kesempatan untuk belajar dan bisa membantu Pemerintah Kalimantan Selatan dalam penyusunan IPRO ini. Industri pengolahan unggas di Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan fasilitas pasca panen yang modern, rendahnya integrasi hulu-hilir dalam rantai produksi, serta belum optimalnya distribusi industri pengolahan yang tersebar merata di luar Pulau Jawa. Kondisi ini berimplikasi pada tingginya biaya logistik, kurangnya jaminan mutu produk, serta keterbatasan akses pasar bagi peternak lokal. Konsep peternakan terintegrasi menjadi salah satu langkah yang tepat guna menghasilkan produk yang berkualitas dan bisa memangkas rantai biaya produksi yang besar. Jika suatu industry peternakan berada dalam satu kawasan mulai dari on farm sampai ke pengolahannya maka biaya transfortasi menjadi sangat efisien dan kebutuhan daerah akan produk unggas seperti daging ayam dan olahannya (nugget, sosis, bakso dan sebagainya) dapat terpenuhi secara mendiri, sehingga harga akan lebih murah dan ketersediaannya lebih terjamin.


Dalam forum yang sama Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ibu Rowi Rawatianice menyatakan “ kami berterima kasih kepada para tenaga ahli dan konsultan yang telah banyak membantu kami dalam penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) Pengembangan Industri Pengolahan Unggas Terintegrasi ini. Kami mendapatkan respon yang sangat positif dari Bupati, DPRD dan dinas terkait mengenai IPRO ini. Kami berharap dengan adanya IPRO ini kami bisa lebih jauh menggali potensi daerah. Sektor pertambangan saat ini masih menjadi industry terbesar di daerah kami, namun kedepan sektor agroindustri yang salah satunya industry peternakan bisa menjadi salah satu unggulan yang dapat kami promosikan kepada investor dan harapannya akan banyak investor baru yang masuk ke daerah kami. Semakin banyak investor yang tertarik untuk menanam modalnya pada sektor peternakan di Tabalong harapannya dapat membantu membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta dapat mendukung swasembada pangan nasional”. 

WhatsApp Image 2025-12-24 at 09.30.12

 

Admin Web
Author

Admin Web