“ Sarjana Pertanian yang Unggul dan Kompetitif” Target Kurikulum Baru Prodi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Info Terbaru

Yogyakarta (20/6),  Evaluasi kurikulum suatu program studi di Perguruan Tinggi secara periodik harus dilakukan untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi harapan, yaitu mempunyai kemampuan yang diinginkan pasar kerja atau mampu membuat peluang kerja sendiri. Evaluasi kurikulum yang ideal umumnya dilakukan setidak-tidaknya 5 tahun sekali, termasuk dengan melakukan evaluasi lulusan-lulusannya.

Lokakarya kurikulum dengan tema “ Pengembangan Kurikulum untuk Menghasilkan Sarjana Pertanian yang Unggul dan Kompetitif ” telah diselenggarakan Prodi Agroteknologi UMB (Universitas Mercu Buana) Yogyakarta pada Hari Sabtu 16 Juni 2012. Lokakarya sehari itu mengundang Prof. Dr. Ir. H. Suntoro Wongso Atmojo, M.S. dari FKPTPI (Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia). Selain itu lokakarya tersebut juga menghadirkan beberapa narasumber sebagai stakeholder yang mewakili beberapa profesi bidang pertanian. Para narasumber tersebut juga merupakan alumnus dari Prodi Agroteknologi UMB Yogyakarta yang dahulu dikenal sebagai Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta.

Ir. Mulyadi, alumnus yang sekarang menjabat sebagai Estate Manager Perkebunan Kelapa Sawit P.T. Musirawas Group, Kalimantan Tengah merupakan salah satu stakeholder yang hadir. Selain itu terdapat juga Ir. M. Arifin dari Dinas Pertanian Provinsi DIY, Ir. Ahmad Jumali seorang pengusaha agribisnis berdomisili di Klaten, Ngatimin, S.P. dari Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo Jateng dan Ribkah Dwi Arini, guru dari SMKN I Pandak Bantul.

Menurut Dekan Fakultas Agroindustri UMB Yogyakarta, Ir. Wafit Dinarto, M.Si., kurikulum 2008 yang sampai saat ini diterapkan, sesungguhnya telah terbukti mampu meluluskan sarjana pertanian dengan rata-rata kelulusan kurang dari 4 tahun dan kisaran masa tunggu kerja dari 1 sampai 6 bulan. Lokakarya kurikulum ini diharapkan akan menghasilkan Kurikulum Baru yang lebih sempurna. Dari lokakarya tersebut diperoleh berbagai informasi dan masukan yang akan dipergunakan sebagai bahan dalam evaluasi dan pengembangan kurikulum Prodi Agroteknologi UMB Yogyakarta sehingga tersusun Kurikulum Berbasis Kompetensi yang mampu menghasilkan sarjana pertanian yang unggul dan kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.